3 Jenis Lampu pada Umumnya – Setelah matahari terbenam, lampu menjadi salah satu sumber kehidupan dengan hadirnya listrik di dunia ini. Nama Thomas Alva Edison sebagai penemu bola lampu akan terus abadi di sejumlah literatur sejarah karena sumbangsihnya untuk kehidupan manusia hingga kini.

Berkat temuannya ini, manusia dapat lebih menikmati indahnya malam dengan cahaya. Pun menerangi gelap gulita di dalam ruangan tertutup saat siang hari. Meski sinar matahari bisa digantikan dengan cahaya rembulan, namun gelapnya malam akan terasa sunyi tanpa hadirnya lampu.

3 Jenis Lampu pada Umumnya

Dengan kerja keras Thomas Alva Edison, penemuan lampu          pijarnya banyak dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman. Berbagai jenis lampu kini digunakan untuk keperluan tertentu yang telah tersebar di seluruh penjuru dunia.

Namun tidak menutup kemungkinan, di kemudian hari akan tercipta lampu baru dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan. Keunggulan tersebut harus melingkupi aspek hemat energi, ketahanan, dan ramah lingkungan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai 3 Jenis Lampu yang ada pada Umumnya. Mari kita simak saja langsung penjelasannya, sebagai berikut.

  1. Lampu Pijar

Lampu Incandecent atau yang biasa disebut dengan lampu pijar adalah jenis lampu yang cahayanya bersumber dari kawat pijar tipis yang dipanaskan. Lampu ini adalah lampu pertama yang diciptakan manusia, yaitu Thomas Alva Edison. Untuk menyalakan lampu pijar, dibutuhkan sumber energi yang bisa memanaskan kawat pijar yang berada di pusat bagian dalam bohlam.

Karena mengandalkan panas, lampu pijar lebih cepat terbakar dan tidak bisa terpakai lagi. Nyala lampu pijar berwarna kuning. Lampu jenis ini biasanya bertahan hingga 8 bulan. Meskipun harganya terbilang murah, lampu pijar terhitung kurang awet jika ingin hemat energi dan biaya.

  1. Lampu Neon

Jenis lampu selanjutnya adalah lampu neon. Tenaga elektrik guna merangsang penguapan merkuri yang hasilkan gelombang UV dimanfaatkan oleh lampu jenis ini. Dari proses tersebut, dihasilkan fosfor berpendar yang memproduksi cahaya yang cukup menyilaukan indera penglihatan.

Karena pancaran cahayanya yang sangat silau, lampu neon kurang sesuai jika dipakai sebagai penerangan untuk rumah tanga. Selain itu, kandungannya berupa merkuri juga tidak sehat bagi mata dan kulit manusia.

  1. Lampu Neon Kompak (Compact Fluorescent Ligths)

Istilah dalam bahasa Inggrisnya ialah Compact Fluorescent Ligths (CFL). Lampu neon kompak memiliki ciri yang hampir sama dengan lampu pijar, yaitu bentuk, ukuran, serta pancaran cahaya yang dihasilkan

Berbeda dengan lampu pijar yang memanfaatkan energi panas, lampu neon kompak membutuhkan tenaga elektrik untuk menyalakannya. Selain itu, lampu jenis ini bisa bertahan hingga tujuh kali lebih lama dari lampu pijar.

Call
Whatsapp
WhatsApp chat